Etika dan Peran Suami-Istri dalam Islam Menuju Pernikahan
Prosesi ini dipimpin langsung oleh Kepala KUA ABAD, Ustadz Yusli Kiko, S.Pd.I. Dalam bimbingannya, beliau menekankan kepada calon suami agar senantiasa menjadi sosok yang bertanggung jawab kepada istri, baik di dunia maupun di akhirat, dengan tujuan utama pernikahan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Ustadz Yusli mengutip sabda Rasulullah SAW: “Wahai para pemuda, siapa saja yang telah mampu di antara kalian maka hendaklah ia menikah. Sebab nikah itu merupakan hal yang paling bisa menundukkan pandangan dan pemelihara kemaluan. Namun, siapa saja yang belum mampu, maka berpuasalah. Karena puasa adalah sebagai perisainya.” (HR. Muslim).
Beliau melanjutkan bahwa menikah adalah jalan untuk mencari ketenangan dan kesenangan, bukan untuk menimbulkan keributan dan persoalan. Dalam perjalanan rumah tangga pasti akan ada ujian dan masalah, namun jangan lari dari masalah tersebut. “Jangan mengadu masalah kepada makhluk, tetapi adukanlah kepada Allah SWT. Allah telah menyiapkan tempat bagi hamba-Nya untuk mengadu, yaitu masjid, lima kali sehari,” tegasnya.
Di akhir bimbingan, Ustadz Yusli kembali menekankan bahwa ibadah itu harus dipaksakan. Dengan kesungguhan dalam beribadah, insyaAllah Allah akan memberikan keberkahan dalam rumah tangga kedua calon pengantin.
KUA ABAD berkomitmen untuk terus mendampingi
pasangan calon pengantin agar siap membangun keluarga yang kokoh dengan
landasan iman, demi tercapainya rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah. keluarga
ideal dalam Islam yang didasarkan pada cinta, ketenteraman, dan kasih sayang
yang diridhai Allah SWT._(Rifai)


Tidak ada komentar