Selamat Datang di Website KUA Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor - Kawasan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Khitanan Masal Adat di wilayah KUA ABAD - KUA ALOR BARAT DAYA

Info Terkini

Khitanan Masal Adat di wilayah KUA ABAD

 


Kegiatan Khitanan Adat  Masal yang dilaksanakan oleh Jamaah Masjid At_Takwa Lerabain Desa Wakapsir dan jamaah Masjid Muhajirin Bombaru Desa Tribur Kecamatan ABAD Selatan  di Bombaru Desa Tribur. kegiatan ini di hadiri oleh berbagai pimpinan seperti Pimpinan DPRD Kab. Alor, Camat ABAD Selatan, para imam dan pendeta di wilayah Kecamatan Abad Selatan.

Dalam acara tersebut Kepala KUA Kecamatan Alor Barat Daya  Ustadz Yusli Kiko, S.Pd.I menyampaikan Hikmah Khitan dengan Tema "Generasi yang Kuat Iman dan Takwa" meletakkan khitan bukan lagi sekadar urusan kesehatan fisik, melainkan sebuah ikrar spiritual dan batu pertama dalam membangun fondasi keimanan seorang anak. Khitan adalah tanda kepatuhan mutlak hamba kepada Penciptanya.

Ustadz Yusli menguraikan hikmah khitan menurut Al-Qur'an dan Hadits sebagai berikut :

1. Khitan sebagai Simbol Kepatuhan dan Ketakwaan Mutlak

Ketakwaan esensinya adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, bahkan ketika nalar manusia belum sepenuhnya menjangkau alasan di balik perintah tersebut. Khitan adalah contoh nyata dari ketundukan ini.

Nabi Ibrahim Alaihis salam diperintahkan berkhitan ketika usianya sudah lanjut (80 tahun), dan beliau langsung melaksanakannya tanpa menunda. Allah berfirman mengenai karakter Nabi Ibrahim:

"(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), 'Berserah dirilah!' Dia menjawab, 'Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam.'" (QS. Al-Baqarah: 131)

Mengkhitan generasi muda sejak dini mengajarkan mereka arti kesetiaan dan ketundukan (taslim) kepada syariat. Ini adalah langkah awal membentuk mentalitas generasi yang meletakkan perintah Allah di atas segalanya.

2. Menjaga Kesucian untuk Kekhusyukan Ibadah (Iman yang Kokoh)

Iman seseorang tercermin dari bagaimana ia menjaga kualitas ibadahnya, terutama shalat. Khitan membuang bagian kulit yang berpotensi menyimpan najis (sisa urin). Tanpa khitan, kesucian dari najis menjadi sulit dijaga, padahal suci adalah syarat sahnya shalat.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan pentingnya menjaga kebersihan dari urin dalam salah satu hadits tentang azab kubur:

"Bersihkanlah diri kalian dari air kencing, karena sesungguhnya mayoritas azab kubur itu berasal darinya." (HR. Daraquthni)

Dengan berkhitan, seorang anak dibekali jaminan fisik yang bersih agar ibadahnya sah. Ibadah yang sah dan dilakukan secara kontinu akan menyuburkan iman di dalam dada, menjauhkan mereka dari perbuatan keji dan mungkar.

3. Mengukuhkan Identitas Fitrah Muslim

Khitan adalah salah satu dari sunnah fitrah yang diajarkan oleh Rasulullah. Fitrah adalah pembawaan asal manusia yang cenderung pada kebenaran, kesucian, dan tauhid.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Fitrah itu ada lima: Khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim)

Generasi yang kuat imannya adalah generasi yang bangga dengan identitas keislamannya dan tidak kehilangan arah di tengah arus zaman. Khitan menjadi tanda pengenal fisik dan spiritual bahwa anak tersebut adalah bagian dari umat yang berjalan di atas fitrah yang lurus.

4. Menanamkan Jiwa Pengorbanan Demi Kebaikan

Proses khitan melibatkan rasa sakit yang bersifat sementara demi mendatangkan maslahat dan kebaikan yang panjang di masa depan. Di sinilah nilai takwa ditanamkan secara tidak langsung kepada anak.

Generasi bertaqwa adalah generasi yang siap berkorban baik ego, waktu, maupun kesenangan duniawidemi meraih rida Allah. Allah berfirman:

"Kamu sekali-kali tidak akan mencapai kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai..." (QS. Ali 'Imran: 92)

Rasa sakit saat khitan melatih mental anak agar tangguh, sabar, dan paham bahwa untuk menjadi hamba yang bersih dan mulia di mata Allah, diperlukan proses dan pengorbanan.

Khitan bukan sekadar memotong kulit, melainkan memotong sifat pembangkangan dalam diri manusia. Dengan berkhitan, kita sedang meletakkan batu pertama pada dinding jiwa anak-anak kita agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kokoh imannya, teguh takwanya, dan suci lahir batinnya.bqrd.















Tidak ada komentar