Selamat Datang di Website KUA Kecamatan Alor Barat Daya Kabupaten Alor - Kawasan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Menyiapkan anak sebagai pembela yang menyelamatkan orang tuanya dari azab neraka - KUA ALOR BARAT DAYA

Info Terkini

Menyiapkan anak sebagai pembela yang menyelamatkan orang tuanya dari azab neraka

 

Moru_KUA  ABAD, Orang tua Bapak Sumarlin Serang dan keluarga menggelar Khitan Untuk Putranya Muhammad Hasan Serang pada hari Senin 06 Juli 2026 di Moru RT 05 RW 03 Bokabesi.

 Khitan atau sunat bukan sekadar tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi, melainkan bagian dari syariat Islam yang mengandung banyak hikmah, baik dari sisi agama, kesehatan, maupun pendidikan karakter. Melalui khitan, orang tua menjalankan salah satu bentuk tanggung jawabnya dalam menjaga kesucian dan mempersiapkan anak menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT.

Dalam ajaran Islam, khitan merupakan bagian dari fitrah manusia yang dianjurkan sebagai bentuk penyucian diri. Selain memberikan manfaat kesehatan, khitan juga menjadi simbol kesiapan seorang anak untuk menjalani kehidupan yang lebih disiplin dalam menjaga kebersihan dan melaksanakan ibadah.

Didalam ceramah yang disampaikan Kepala KUA ABAD Ustadz Yusli Kiko, S.Pd.I mengingatkan bahwa tanggung jawab orang tua tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan jasmani anak, tetapi juga membimbing mereka agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan bertakwa. Anak yang dididik dengan nilai-nilai keislaman diharapkan kelak menjadi penyejuk hati bagi kedua orang tuanya serta senantiasa mendoakan mereka.

Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa amal seorang anak yang saleh, termasuk doa yang dipanjatkannya, menjadi salah satu amalan yang terus mengalir manfaatnya bagi kedua orang tua setelah mereka meninggal dunia. Oleh karena itu, setiap upaya mendidik anak dalam ketaatan, termasuk melaksanakan khitan sebagai bagian dari syariat, merupakan investasi spiritual yang bernilai besar.

Khitan juga menjadi momentum bagi keluarga untuk menanamkan makna tanggung jawab, kebersihan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan bimbingan yang baik, anak akan memahami bahwa setiap syariat yang dijalankan memiliki tujuan untuk mendatangkan kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.

Orang tua diharapkan memandang khitan bukan hanya sebagai acara seremonial, melainkan sebagai awal dari proses pembinaan akhlak dan keimanan anak. Ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam beribadah, ia diharapkan menjadi sebab datangnya rahmat Allah bagi keluarganya. Dalam keyakinan Islam, anak yang saleh dapat menjadi penolong bagi kedua orang tuanya melalui doa-doanya dan menjadi sebab diperolehnya rahmat serta ampunan Allah, sementara keselamatan dari azab neraka tetap merupakan karunia dan keputusan Allah SWT.

Melalui pelaksanaan khitan yang disertai pendidikan agama yang baik, orang tua telah menjalankan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga bersih jiwanya, kuat imannya, dan siap menjadi penerus kebaikan bagi agama, bangsa, dan keluarga.

Selesai acara dilanjutakan dengan acara makan bersama.bqdr.








Tidak ada komentar